Thursday, 14 April 2016

Kisah Sukses Bisnis Clothing











Ahmad Anggoro lahir pada tanggal 9 september 1991 silam, ternyata mampu meraih kesuksesan lebih cepat di bandingkan kebanyakan orang lain. Di usianya yang masih terbilang muda, pria kelahiran Kediri ini mampu menjadi pengusaha sukses dengan omzet ratusan juta rupiah perbulan dari peluang usaha clothing yang telah ia jalani sejak tahun 2010.

Berikut kisahnya..

Ahmad anggoro hanyalah seorang lulusan SMK swasta yang merupakan anak sulung dari keluarga yang sederhana. Dengan hanya bermodalkan ijazah SMK dan uang seadanya, ia kemudian mencoba peruntungannya di kota metropolitan di Jakarta. Sesampainya di Jakarta, ia kemudian tinggal di sebuah kontrakan kecil di Jakarta Timur.

Harapan untuk sukses di kota Jakarta memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebelum ia sukses, ia pernah bekerja sebagai buruh pabrik kayu. 2 Bulan bekerja di pabrik tersebut, ia kemudian menjadi penjaga warnet dengan hasil bulanan sekitar Rp. 700.000,- / bulan. Dengan gaji sekecil itu tentu sangat kurang untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya di Jakarta. Ia berpikir keras, peluang usaha apakah yang sekiranya dapat ia jadikan sumber penghasilan agar ia bisa sukses.

Satu fakta yang ia sadari adalah Ahmad memiliki kemampuan menggambar. Ia menyadari bahwa potensi yang di milikinya adalah dalam hal grafis atau menggambar. Dari sini timbul ide untuk menjalankan usaha clothing. Setelah melakukan survei pasar, Ahmad menyimpulkan bahwa usaha clothing atau pembuatan pakaian masih tetap dapat diandalkan. Ia menyimpulkan bahwa usaha pembuatan pakaian masih memiliki potensi yang sangat besar untuk di jalankan karena banyaknya peminat terlebih para anak muda yang gemar mengoleksi kaos atau pakaian. Dari sinilah kemudian cerita suksesnya bermula.

Dengan modal 2 juta yang ia dapatkan dari hasil menabung gaji di warnet tempat ia bekerja. Ia kemudian terjun ke dunia bisnis bagian clothing. Karena ia tidak memiliki pengalaman di bidang sablon dan sebagainya, ia berinisiatif untuk belajar secara otodidak. Dan kemudian dia berhasil memproduksi kaos dengan labelnya sendiri. Ia membeli kaos dalam jumlah besar kemudian ia membuat desain untuk kaosnya lalu mencari tukang sablon yang dapat mencetak gambar - gambar yang telah ia desain di kaos dengan brand miliknya sendiri.

Kaos hasil kreasinya kemudian ia pasarkan kepada teman - temannya melalui lewat jejaring sosial atau selebaran. Setelah beberapa menjalankan bisnis ini, ia tak luput dari halangan dan rintangan. Tepatnya pada tahun 2010, di tahun pertamanya menjalankan bisnis kaos, ia rupanya mengalami kerugian besar karena uangnya di curi oleh temannya sendiri, terlebih produk yang di hasilkan kurang laku di pasaran lantaran masih kalah dengan produk yang sudah lebih dulu terkenal. 

Kegagalan bukan berarti berakhir. Ahmad Anggoro tahu itu, ia tetap saja berusaha dan tak kenal menyerah. Berbekal dari pengalaman, ia kemudian berinovasi untuk membuat kaos dengan desain lebih modern, simple dan mengikuti trend perkembangan jaman saat ini.

Titik terang usahanya mulai kelihatan pada tahun  2011,Produk kaos yang ia hasilkan mulai di kenal orang dan permintaan juga mulai membanjir. Dengan beragam desain dan tampilan yang moedern, kaosnya mulai laku di pasaran dan menghasilkan keuntungan yang lumayan besar. Dengan biaya pembuatan sebesar Rp. 30.000 - Rp. 40.000, ia menjual kaosnya seharga Rp. 100.000,- dengan kata lain untuk tiap item ia dapat menghasilkan keuntungan sekitar Rp. 60 ribu hingga Rp. 70 ribu / item. Sementara penjualan kaos perbulannya dapat mencapai 60 - 70 item.

Seiring dengan kemajuan usahanya, ia mencoba berinovasi dengan menjual produk selain kaos seperti Tas, Dompet, celana dll. Kini, di usianya yang masih sangat muda, Ia telah mendapatkan omzet usaha sekitar Rp. 100.000.000,- perbulan. Tak hanya itu, secara tidak langsung pemuda asal Kediri ini telah membuka lapangan kerja baru bagi 50 pekerja yang bekerja di tempat usahanya. Kini ia telah memiliki berbagai hal yang di inginkan oleh pemuda kebanyakan, mobil, istri, rumah pribadi dan tentunya memberangkatkan orangtuanya untuk melaksanakan ibadah haji.

Semoga menginspirasi.

Disadur dari berbagai sumber

Kisah Sukses Saptuari Sugiharto


Saptuari Sugiharto adalah pengusaha yang berasal dari Jogjakarta. Ia merupakan lulusan UGM yang sukses dalam berbisnis.

Berikut kisahnya :

Saat masih duduk di bangku kuliah ia bersama ibu dan anaknya berasal dari keluarga yang pas-pasan. Dan hal itulah yang membuatnya semangat untuk menjalankan usaha.

Saat masih kuliah, ia sempat berjualan celana gunung di kampusnya. Ia membeli celana itu di Bandung dan dijualnya kembali di kampusnya. Ia juga sempat bekerja menjadi penjaga tas untuk mencari uang. Ia juga pernah memelihara ayam dan menjual ayam-ayam tersebut.  

Namun usaha yang paling membuahkan hasil, yang menjadi titik awalnya adalah usaha cetak digital. Ia mencetak mug, kaos, dan barang-barang lainnya dengan gambar-gambar unik. Ide itu diawali ketika Saptu bekerja sebagai event organizer disebuah perusahaan di Yogyakarta. Ia terheran-heran melihat salah insiden dalam konser Dewa di mana para penggemar ribut sampai memicu tawuran hanya karena berebut merchandise sang artis. Dalam benak Saptu, merchandise berlogo atau bergambar sele­briti seperti t-shirt, pin, topi dan lain sebagainya itu, sebetulnya dapat dibuat dan diperbanyak sendiri.

Bermula dari rasa ide itu, pada 2005 ia mendirikan Kedai Digital, sebuah perusahaan yang memproduksi barang-barang cinderamata (seperti mug, t-shirt, pin, gantungan kunci, mouse pad, foto dan poster keramik, serta banner) dengan hiasan hasil print digital. Untuk modal awal, ia rela menjual motor dan meminta orangtua menggadaikan rumah keluarga, akhirnya terkumpul modal sebanyak Rp 28 juta.

Ia menyewa sebuah tempat bekas pangkalan becak dan memulai usahanya disana. Saat gempa melanda Jogja, usahanya sempat luluh lantah,peralatan cetak banyak yang rusak tertimpa atap, namun tak membuatnya patah arang.

Pada tahun pertama, Kedai Digital telah berhasil meraih penjualan sebesar Rp 400 juta. Tahun berikutnya, perolehan bisnis melesat menjadi Rp 900 juta. Seiring dengan pertambahan outlet, revenue pada 2007 menembus angka Rp 1,5 miliar. Bermula dari sebuah ­kios kecil di daerah Gejayan, Yogyakarta, kini Kedai Digital memiliki outlet di 21 kota di tanah air. Di antaranya di Jogyakarta, Solo, Semarang, , Magelang, Kudus, Klaten, Purwokerto, Sukoharjo, Wonol Madiun, Malang, Surabaya, Jember, Balikpapan, Sukabumi, Denpasar, Medan, Padang, Batam, Pekanbaru, dan Banda Aceh.

Setelah sukses dengan Kedai Digital, ia mulai merintis usaha lain, diantaranya Jogist yang merupakan singkatan dari Jogja Istimewa. Jogist merupakan kaos dengan design-design bertemakan Jogja. Selain itu dia juga memiliki usaha Bakso dan usaha-usaha lainnya.

Saptuari sugiharto juga sering diminta untuk mengisi seminar tentang kewirausahaan dan motivator di beberapa kota di Indonesia,pernah juga di undang ke Busan Korea sebagai motivator enterpreneur warga Indonesia di sana.

Saat ini ia pun menjadi Sosialpreuneur dengan membuat gerakan Sedekah Rombongan atau yang disingkat SR. Melalui Sedekah Rombongan, ia membantu orang-orang yang membutuhkan.

Ia juga menulis beberapa buku yang intinya bertemakan motivasi dan kewirausahaan.
Diantaranya  - Tweet Sadiz Bikin Mringiz
                     -  Tweet Sadis Bikin Eksis dan yang terakhir
                     -  Kembali Ke Titik Nol
Buku terakhir tersebut menceritakan kisah nyata perjuangan para pengusaha sukses yang jatuh bangun saat memulai usaha mereka dan menghindari riba.

Selain itu wirausahawan ini mempunyai beberapa tempat usaha diantaranya
- Kedai Digital Corp yang membuat aneka sovenir dan merchandise sablon mug dll
-Jogist Kaos Gila yang merupakan brand dari kaos sablon kreasinya
-Kedai Bakso Granat
-Warung Mas Kingkong
-Tengkleng HOHAH yang menunya spesial kambing dll

Selain itu ia juga mendapatkan berbagai penghargaan kewirausahaan seperti

-Winner WMM 2007 (Wirausaha Muda Mandiri)
-Winner ISMBEA 2008 (Indonesia Small Medium Business Entrepreneur Award)
-Most Promising APEA 2009 (Asia Pasific Entrepreneur Award)
-Best Young Entrepreneur IFA 2010 (Indonesia Franchise Award)
-Winner Twitter Terinspiratif 2011 Pesta Blogger OnOff ID
-Winner UGM Award kategori Entrepreneur 2011
-Winner Kedaulatan Rakyat Award 2012 dari Sri Sultan HB X

-Inisiator Gerakan Sosial #SedekahRombongan @SRbergerak


  
Semoga menginspirasi 

Di sadur dari berbagai sumber


Wednesday, 13 April 2016

Reseller Es Krim

" Ayo nang gombes mas.." kata istriku  yang siang itu kepengin main ke tempat temannya,namanya anis tapi biasa di sebut gombes..
Dia ini jualan es krim dengan menyewa tempat di sebuah supermarket ternama,pada awalnya aku gak tau gimana sistemnya,apa bisa untung??biaya sewanya saja 2 juta per bulan,opo yo nutut batine es krim kuwi????
"Yokpo mbes lancar t.??" kata istriku sesampainya di tempat dia
"Alhamdulillah mbes,lumayan gawe nyambung urip,mas jay ya wes gak kerjo saiki....",suaminya sudah resign dari tempat kerjanya dan fokus bisnis jualan es krim.
"lha tahu krispine yokpo..???" tanya istriku.
dia ini juga usaha ikut francise tahu krispi  dengan modal 5 juta dapat gerobak dan bahan baku untuk awal jualan..
"Wes tak dol maneh mbes,sepi rugi lak di terusne"..
di sini q berfikir memang memulai suatu usaha gampang gampang susah,adik ku sendiri bisa lumayan untung jualan tahu krispi yang sudah aku tulis di artikel lain,tapi temen istriku ini katanya penjualannya sepi.....di sini aku fikir memang strategi market harus di pertimbangkan secara matang,baik itu tempat ataupun segmen sasaran penjualan produk tsb.
"Tak fokus ng es krim iki ae,hasile y lumayan rencanane q kate mbukak stand ng nggon liyo,ki jek nggolek nggon sing strategis"..
"Sip iku mbes"
"Kowe gak pengen ta usaha dewe mbes..??" oh ya istriku dan temannya ini memang saling menyebut gombes,gak tau kenapa....
"Yo pengen mbes,sopo sing gak pengen duwe usaha dewe.."
"Lha awakmu iki yokpo carane kok iso moro moro usaha ngene.."tanya istriku
"Yo pengalaman kerjoku mbes,ngene mbes lak mulai awal pancen rada akeh bondone,iki frezere ae sing paling muarah 4 juta sampek 7 juta,nggenanku iki sing 7 juta mbes"
"Lak es krime mbes."
"Eskrime merek indoeskrim regone macem macem muali 125 ribu sampek 140 ribu per 8 litere"
"Lak cup e 300 an mbes"
"Lumayan mbes per 8 litere iso dadi 100 sampek 120 cup cilik lak cup ku iki rada gede per 8 litere dadi sampek 70 sampek 80an mbes"
"iki yo tak sambi dodolan donat pisan mbes gawe tambah tambah..
Lumayan juga fikirku kalau di kalkulasi
Modal awal
Frezer                                                            Rp 7.000.000
Sewa                                                             Rp 2.000.000
Es krim 8 liter 6 ember       Rp 130.000 x 6 =  Rp    780.000
Cup 200 piece                       Rp 300x200=   Rp      60.000
Lain lain                                                         Rp 1.000.000
Total                                                              Rp 10.840.000

Perhitungan keuntungan per 8 liter, 80 x Rp 5.000 = Rp 400.000 di kurangi harga beli Rp 130.000
total keuntungan per 8 liter Rp 270.000,atau Rp 3.375 per cup
Kalo tiap hari mampu menjual 50 cup keuntungan bersih dari eskrim Rp 3.375 x 50 = Rp 168.750
Prediksi keuntungan tiap bulan Rp 168.750 x 25 = Rp 4218750 di kurangi cup dan tisu Rp 18.000
Prediksi keuntungan bersih tiap bulan Rp 4.200.000 di kurangi biaya sewa Rp 2.000.000

Jadi Rp 2.200.000 bersih tiap bulan.

Dan itu prediksi MINIM penjualan karena sepi atau musim hujan,lha kalau rame dan musim panas berapa???/
"Ya sampek 4 jutaan lebih mbes bersih biasae"
"Mangkane aku pengen bukak maneh mbes,kan ngene iki q secara langsung wes dadi  rekane indoeskrim dadi lak aku bukak maneh freezere di silihi gak perlu tuku maneh dadine luweh enteng modale y prospeke lumayan mbes..." wah..wah..batinku
"Iku durung bati teko donatku lo mbes"
"Wah enak wesan awakmu mbes,wes duwe usaha ngene" kata istriku
"Ya Alhamdulillah mbes awale y rada abot lak wes mlaku ngene rada enteng,awakmu poo mbukak usaha dewe kunu"
"Yo kepengene ngunu mbes,tapi usaha op???lagian anakku sih cilik gak ono sing ngramut" kata istriku sambil melihat anakku yang belepotan makan eskrim habis 2 cup gratis maneh..he..he...
"Yo mugo mugo mene mene iso nemu usaha sing pas mbes" kata istriku
"Yo mbes sing penting usaha disek,di lakoni ae op sing ono disek"
"Y wes mbes aku tak balik disek suwun ya es krime gak enak aku dagangan kok gratis terus"
"Gpp mbes mene mene mbayaro gpp"
Tak pikir mene mene kapan lha tiap kali datang selalu gak boleh bayar???
Dan akupun pulang dengan angan angan di kepala semoga kelak bisa punya usaha sendiri,gak mesti sama dengan teman istriku karena MUNGKIN PEKERJAAN BISA DI TIRU TAPI REJEKI TIDAK BISA DI TIRU..

Semoga menginspirasi..






Tuesday, 12 April 2016

"PERBAIKI JADWAL SHOLATMU, AGAR ALLAH ATUR JADWAL HIDUPMU"



Tulisan ini adalah pengalaman pribadi Arif Budiman CEO Petakumpet advertising

Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya.

Begini jadwalnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam.

Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya dimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-boss semua untuk penawaran kerjaan promosi.

Saya harus mengikuti jadual mereka, saya tak kuasa menentukan jadual karena saya yang butuh.

Pusinglah saya memikirkan jadual yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman, yang ilmu agamanya lumayan.

Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya, "Jadual shalatmu gimana?"

"Jadual shalat? Apa hubungannya?" saya keheranan.

"Shalat subuh jam berapa?" tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya.

" Errr... Jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa," jawab saya.

"Sholat dhuhur jam berapa?"

"Dhuhur? Jadual sholat dhuhur ya jam 12 lah..." jawab saya.

"Bukan, jadual sholat dhuhurmu jam berapa?" ia terus mendesak.

"Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung Asar. Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?" saya makin heran.

Temen saya tersenyum dan berkata, "Pantas jadual hidupmu berantakan."

"Lhooo.. kok? Apa hubungannya?" saya tambah bingung.

"Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?" tanyanya lagi.

"Lha iya, makanya saya tadi cerita...," saya menyahut.

"Beresin dulu jadual sholat wajibmu. Jangan terlambat sholat, jangan ditunda-tunda, klo bisa jamaah," jawabnya.

"Kok.. hubungannya apa?" saya makin penasaran.

"Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku...," jawabnya.

Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. Joko sembung naik ojek, pikir saya. Gak nyambung, Jek.

Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang emang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget.

Sampai saya berfikir, ok deh saya coba sarannya. Toh gak ada resiko apa-apa. Tapi ternyata beratnya minta ampun, sholat tepat waktu berat jika kita terbiasa malas-malasan, mengakhirkan pelaksanaannya. Tapi udahlah, tinggal enam hari ini.

Dua hari berjalan, tak terjadi apa-apa. Makin yakin saya bahwa saran teman saya itu tidak berguna.

Tapi pada hari ketiga, hp berdering. Dari asisten Pak A, "Mas, mohon maaf sebelumnya. Tapi Pak A belum bisa ketemu hari Senin besok. Ada rapat mendadak dengan direksi. Saya belum tahu kapan bisa ketemunya, nanti saya kabari lagi."

Di ujung telepon saya ternganga, bukannya jadual saya makin teratur ini malah ada kemungkinan di-cancel. Makin jauh logika saya menemukan solusinya, tapi apa daya. Karena bingung, saya pun terus melanjutkan sholat saya sesuai jadualnya.

Di hari berikutnya, hp saya berdering kembali. Dari sekretaris Pak B.

"Mas, semoga belum beli tiket ya? Pak B ternyata ada jadual general check up Rabu depan jadinya gak bisa ketemu. Tadi Bapak nanya bisa nggak ketemu Jumat aja, jamnya ngikut Mas."

Yang ini saya bener-bener terkejut. Jumat? Kan bareng harinya ama Bu C? Saya pun menyahut, "O iya, tidak apa-apa Pak. Jumat pagi gitu, jam 9 bisa ya?"

Dari seberang sana dia menjawab, "OK Mas, nanti saya sampaikan."

Syeep, batin saya berteriak senang. Belum hilang rasa kaget saya, hp saya berbunyi lagi. Sebuah SMS masuk, bunyinya:

"Mas, Pak A minta ketemuannya hari Jumat setelah Jumatan. Jam 13.30. Diusahakan ya Mas, tidak lama kok. 1 jam cukup."

Saya makin heran! Tanpa campur tangan saya sama sekali, itu jadual menyusun dirinya sendiri. Jadilah saya berangkat Kamis malam, ketemu 3 orang di hari Jumat dan Jumat malem bisa balik ke Jogja tanpa menginap!

Saya sujud sesujud-sujudnya. Keajaiban model begini takkan bisa didapatkan dari Seven Habits-nya Stephen Covey, tidak juga dari Eight Habbits. Hanya Allah yang kuasa mengatur segala sesuatu dari arsy-Nya sana.

Sampai saya meyakin satu hal yang sampai sekarang saya usahakan terus jalani: Dahulukan jadual waktumu untuk Tuhan maka Tuhan akan mengatur jadual hidupmu sebaik-baiknya.

Karena saya muslim, saya coba konfirmasikan ini ke beberapa teman non muslim dan mereka menyetujuinya.

Jika dalam hidup ini kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan akan menjaga betul hidup kita.

Tuhan itu mengikuti perlakuan kita kepadanya, makin disiplin kita menyambut-Nya, makin bereslah jadual hidup kita.

Jadi, kunci sukses bisnis ke-3 yang saya bisa share ke teman-teman: Sholatlah tepat waktu, usahakan jamaah.

Jika mau lebih top, tambahin sholat sunnahnya: qobliyah, bakdiyah, tahajjud, dhuha, semampunya.

Silakan dipraktekkan, Insya Allah jadual kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani.

Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terjalani dengan baik.

Jika suatu hari saya menemukan jadual saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama: segera saya cek jadual sholat saya.

Pasti disitulah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadual saya akan teratur lagi sebaik-baiknya. Seperti teman-teman sekalian, istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya.

Tapi kalo gak pake godaan, pasti semua orang akan sukses dong. Jadi emang mesti tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng.

Semoga Memberi Inspirasi dan Semangat...